Praktik Kepercayaan Marapu yang Masih Dijalankan oleh Umat Katolik di Paroki Hati Kudus Yesus Weekombaka dan Dampaknya terhadap Kehidupan Menggereja

Autor(s): mikael sene

Abstract

 

Abstrak: Kualitas iman umat Katolik sering dikeluhkan masih rendah. Tentu ada banyak faktor penyebab, tetapi salah satu penyebabnya adalah masih ada dualisme kepercayaan pada umat yaitu antara agam Katolik dan keyakinan asli Marapu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik-praktik kepercayaan Marapu yang masih dilaksanakan oleh umata Paroki Hati Kudus Yesus Weekombaka dan dampaknya terhadap kehidupan menggereja di Paroki Hati Kudus Yesus Weekombaka.

 

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Penentuan informen dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball trowing; para tokoh adat, umat yang belum lama melaksanakan upacara adat, pastor paroki dan pengurus basisi dan lingkungan. Keabsahan data dilakukan dengan pengujian akan kebenarannya dalam memperoleh data yang akurat untuk mendukung hasil penelitian. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mengetahui keabsahan data dalam penelitian ini antara lain: perpanjangan pengamatan, menggunakan bahan referensi, diskusi dengan tim peneliti dan sejawat, triangulasi, member check, analisis kasus negatif, pengujian transferability, pengujian dependability (audit), pengujian konfirmability. Data dianalaisis model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman.

 

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kebanyakan umat katolik masih melakukan praktek-praktek Marapu, baik sebagai inisiator (tuan pesta) maupun sebagai pihak yang dilibatkan sebagai satu kesatuan sosial masyarakat. Hampir semua praktek ritual adat Marapu masih dilakukan oleh umat tergantung intensi dan pengalaman yang dialami oleh suatu keluarga. Alasan utama umat masih melaksanakan ritual adat adalah alasan keselamatan dan untuk memperoleh berkat. Umat menyakini bahwa penting menjaga keseimbangan kosmos untuk menjaga keharmonisan dengan alam, sesama dan jiwa leluhur. Dampak dari ketidakharmonisan adalah penyakit, gagal panen dan hewan yang mati atau tidak berkembang. Ini berarti bahwa praktek Marapu tersebut berkaitan dengan keselamatan.

Keywords

Praktik kepercayaan Marapu, umat katolik, kehidupan menggereja

Full Text:

PDF

References

Angga Pra Setyo, (2019). Katekese dan Renungan Iman (https://www.parokivianney.org/post/hidup-menggereja-bukan-sekadar- pergi-ke-gereja, diakses tanggal 25 Mei 2020.

Alkitab Deutrokanonika. (2017). Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.

Gerald O’Collins, Edward G. Farrugia, (1995). Kamus Teologi, Yogyakarta: Kanisius.

Gregor Neonbasu (edt). (2016). Akar Kehidupan Masyarakat Sumba (dalam Cita rasa Marapu), Jakarta: Loppo Press.

Konferensi Wali Gereja Indonesia, (2000). Iman Katolik, Jakarta: Obor.

--------------------- (2005). Kitab Hukum Kanonik, Jakarta: Konferensi Wali Gereja Indonesi.

Jacob Herin (edt). (2015). Ut Omnes Unum Sint, Satu untuk Semua, Maumere: Kesukupan Maumere.

Lukman Solihin. (2013). Mengantar Arwah Jenazah Ke Parai Marapu : Upacara Kubur Batu Pada Masyarakat Umalulu, Sumba Timur, e- jurnal.https://www.researchgate.net/publication/323785937. diakses tanggal 24 Maret 2019.

Miles, M.B., & Huberman, A.M. (2009). Analisis data kualitatif. (Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi). Los Angeles: Sage Publications, Inc (Buku asli diterbitkan tahun 1984).

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: pendekatan kuantitatif, alitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sekretariat Keuskpan Weetebula. (2019). Data Perkemangan Umat Keuskupan Weetebula tahun 2018. (Tidak diterbitkan).

Supratikanya. (2000). Tahap-taha Perkembangan Kepercayaa Menurut James W. Fowler Sebuah Gagasan Baru dalam Psikologi Agama, Yogyakarat: Kanisius.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.