Bentuk, Fungsi dan Makna Tuturan Adat Perkawinan Dadang Nulang Lunung Tapu pada Masyarakat Desa Anajiaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah

Autor(s): Soviani Rambu Bangi Amas

Abstract

Penelitian ini berjudul bentuk, fungsi dan makna pidato pernikahan adat Dadang Nulang Lunung Tapu pada masyarakat Desa Anajiaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna pidato pernikahan adat masyarakat Desa Anajiaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi, perekaman (video), dan wawancara. Hasil yang diperoleh dalam menganalisis bentuk, fungsi dan makna pidato pernikahan adat Dadang Nulang Lunung Tapu di Desa Anajiaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, yakni fungsi dari tuturan yang ditemukan adalah untuk menyampaikan isi hati, mempermudah urusan adat, fungsi nasehat, fungsi tanggung jawab, dan penyederhanaan urusan bisnis. Makna dari tuturan-tuturan tersebut adalah makna bertanggung jawab, kebersamaan, dan religius.

Keywords

Bentuk, Fungsi, Makna, dan Tuturan Dadang Nulang Lunung Tapu

Full Text:

PDF

References

Chaer, Abdul. (2012). Pengantar Ilmu Linguistik. Jakarta: Rineka Cipta.

Damaianti & Syamuddin AR. (2009). Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Koentjaraningrat. (1980). Sejarah Teori Antropologi. Jakarta. Universiti Press.

Kleden, Dony. (2018). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Lintang Pustaka: Yogyakarta.

_________ (2017). “Belis dan Harga Seorang Perempuan Sumba. Perkawinan adat suku wewewa, Sumba Barat Daya, NTT”. Jurnal Studi Budaya Nusantara, Universitas Brawijaya.

Lexy, Moleong. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.