Kalsifikasi Tulang dan Proses Regenerasi Ekor Ikan Wader (Rasbora Lateristriata)

Autor(s): geterudis kerans

Abstract

Skeleton merupakan alat gerak pasif yang berfungsi sebagai penopang tubuh dan memberi bentuk tubuh. Morfologi makhluk hidup bagian luar salah satunya dibentuk oleh bentuk skeleton, sehingga dapat dibedakan antara spesies yang satu dengan yang lain. Morfologi atau kenampakan bentuk skeleton berbeda dalam setiap perkembangan, karena mengalami diferensiasi.Pada ikan genus Rasbora, perkembangan skeleton dan perbedaan skeletonnya masih sangat sedikit dikaji, terlebih lagi pada spesies R. lateristriata.Kekhasan lain yang ingin diamati adalah bagaimana ikan ini mampu beregenerasi. Hampir semua organisme hidup mempunyai kemampuan beregenerasi. Kemampuan regenerasi masing-masing organisme tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati proses kalsifikasi tulang pada Ikan Wader (Rasboralateristriata) dan mengidentifikasi regenerasi ekor ikan wader (Rasbora lateristriata). Hasilnya menunjukan bahwa ikan wader telah mengalami proses osifikasi atau penulangan sehingga pada hasil pengamatan dilihat hampir seluruh tulang ikan wader terwarnai merah yang berarti tersusun atas tulang keras. Sedangkan bagian kecil pada bagian ekor ikan terdapat warna biru yang menunjukan bahwa bagian tersebut tersusun atas tulang rawan.Ekor ikan wader yang telah dipotong utuh siripnya kembali tumbuh mulai hari ke 6 secara perlahan hingga hari ke 21 telah kembali seperti semula.Pada pengamatan ini menunjukan bahwa pada bagian ekor ikan wader terdapat stem sel sehingga ekor ikan dapat mengalami regenerasi.

Kata kunci: Ikan Wader (Rasboralateristriata), Kalsifikasi, Regenerasi.

Full Text:

PDF PDF

References

Ahmad Muchtar, Nofrizal, 2011. Pemijahan dan Penjinakan Ikan Pantau (Rasbora latestriata). Jurnal Perikanan dan Kelautan 16,1 (2011): 71-78. Universitas Riau.

Dasumiati. 2008. Diktat Kuliah Mikroteknik. Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah Press

Effendie, M. I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta

Ersa, I.M. 2008. Gambaran Histopatologi Insang, Usus Dan Otot Pada Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Di Daerah Ciampea Bogor. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Gunarso W. 1986. Pengaruh Dua Jenis Cairan Fiksatif yang Berbeda pada Pembuatan Preparat dari Jaringan Hewan Dalam Metoda Mikroteknik Parafin. Bogor: IPB Press.

Kholish, Mahyuddin. 200. Panduan Lengkap Agribisnis Lele. Jakarta : Penebar Swaday.

Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari and S. Wirjoatmodjo. 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus-EMDI, Hongkong. 289p.

Kurniawan, Wahyu. 2010. Pembuatan Sediaan Irisan Jaringan Hewan Dengan Metode Parafin. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat.

NN.Telaah Pustaka. http://bio.unsoed.ac.id/sites/default/files/B1J010034-10.pdf. Universitas Jendral Sudirman. purwekerto.

Rahmadiyanto, Cahyo. 1994. Inventarisasi Ikan Di Sungai Brantas Kotamadya Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: IKIP MALANG

Sentosa Agus. 2010. Jurnal Iktiologi Indonesia, 10 (1): 55-63, 2010: Habitat Pemijahan Ikan Wader Pari (Rasbora lateristriata) di sungai Ngrancah Kabupaten Kulon Progo. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Sterba, G. 1989. Freshwater Fishes of The World. Volume I. Falcon Books, New Delhi.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.