Harapan dan Tantangan Implementasi Pembelajaran IPA dalam Konteks Kompetensi Keterampilan Abad 21 Di Sekolah Menengah Pertama

Autor(s): Yayuk Andayani, Nyoman Sridana, Rernat Kosim, Dadi Setiadi, Gito Hadiprayitno

Abstract

Ketrampilan Abad 21 yang dianggap bisa memperkuat modal social (social capital) dan modal intelektual (intellectual capital) ini, biasa disingkat dengan 4C: communication, collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and innovation. Secara operasional, 4C ini dapat dijabarkan sebagai cara berpikir, termasuk berkreasi, berinovasi, bersikap kritis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan belajar pro-aktif. Juga termasuk cara bekerja, termasuk berkomunikasi, berkolaborasi, bekerja dalam tim sehungga dapa mendukung dan mengembangkan ketrampilan abad 21, yakni teknologi informasi, jaringan digital, dan literasi. Konsep 4C ini diharapkan dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah dan para peserta didik Indonesia terbekali dengan keutamaan-keutamaan tersebut, yakni komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta kreatif dan inovatif. Kegiatan pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertamadiharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Dengan demikianguru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (students-centered), maka peran guru tidak lagi sebagai pentransfer ilmu, melainkan sebagai fasilitator atau membantu siswa agar siswa mampu menguasai berbagai kompetensi yang diharapkan.

Kata Kunci: Pembelajaran IPA, kompetensi keterampilan abad 21, Kurikulum 2013

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.